Kefamenanu, loponews.online – Menjadi Peyuluh Pertanian Lapangan(PPL) di tengah perkembangan IPTEK yang begitu pesat tidaklah muda. Petani saat ini cenderung untuk meniru diabandingkan dengan mendengar arahan atau petunjuk lisan. Inilah yang kemudian membuat seorang PPL asal Kecamatan Insana Kabupaten TTU, sebut saja Yakundus Sali,SP, terdorong untuk membuat kebun contoh.

Yakundus yang kesehariannya bekerja sebagai PPL di desa Oenbit dan Desa Manunain B ini menggarap kebun seluas 1,5 Ha di wilayah Desa Tapenpah Kecamatan Insana ditanami dengan jagung hibrida dan saat sudah memasuki bulan kedua. Kepada loponewsonline, Senin (20/07/2020) Yakundus menjelaskan bahwa ia terdorong untuk membuat kebun tersebut karena ingin memberikan contoh kepada kelompok tani dampinganya serta masyarakat sekitarnya bahwa lahan tidur bisa dimanfaatkan di musim panas seperti sekarang ini. Yakundus juga menuturkan bahwa saat banyak petani di daerah TTU yang takut bertani di musim kemarau dengan berbagai alasan, padahal menurut Yakundus menanam dengan musim kemarau itu ada nilai positifnya dimana debit air bisa disesuaikan dengan jenis tanaman.

“Ya kalau mau lihat petani sekarang ini tidak seperti dulu lagi. Kalau kita berikan penyuluhan, omong terlalu banyak malah buat mereka tidak percaya. Jadi sebagai PPL saya harus berikan contoh makanya saya garap lahan ini. Selain itu bertani seperti ini juga merupakan hobi saya sejak kecil karena memang sejak kecil kami sudah diajarkan oleh orang tua untuk bertani. Beberapa kelompok tani di desa binaan saya, akan saya undang untuk datang ke kebun saya ini untuk mereka lihat dan kemudian mereka jadikan ini sebagai contoh. Untuk pengeluaran saya perkirakan sampai panen akan mencapai 15 juta termasuk dihitung dari ongkos bajak, obat – obatan, bahan bakar untuk penyiraman, sedangakan untiuk benih kita dapat dari dinas pertanian Kab. TTU, tetapi dari hasil panen ini saya sudah survey pasar dan kalau sukses maka saya perkirakan keuntungan yang saya peroleh bisa dua kali lipat dari modal yang saya keluarkan. Ayo anak – anak muda mari bertani, jangan malu jadi petani. Lahan kita masih luas, ayo garap dan kita bisa jadikan lahan kita sumber uang bagi kita” Himbau Yakundus mengakhiri ceritanya.

Pantauan media ini di lokasi lahan yang digarap Yakundus, terlihat jagung – jagung tumbuh sangat subur, sementara di sela – sela tanaman jagung ditanami kacang hijau yang tumbuh sangat subur. Ada juga beberapa are yang sudah disiapkan untuk ditanami sayur – sayuran. (ru_loponews)

Facebook Comments

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *