Kefamenanu, loponews.online – Ketua Yayasan Betlehem Kefamenanu, Pater Jose Nitsae, OFMConv, lebih setuju jika penamaan kluster untuk Siswa SMAK Fides Kefamenanu yang terkonfirmasi Covid -19, disebut kluster anak sekolah, bukan kluster sekolah. Hal ini disampaikan pater Jose kepada media ini melalui pesan whatsaap, Rabu (20/01/2021).

Menurut Pater Jose, penyebutan kluster SMAK Fides Kefamenanu itu tidak tepat karena siswa/i yang terpapar dan dinyatakan positif Covid -19, bukan di sekolah tetapi dirumah saat liburan sekolah. Lebih lanjut dijelaskan pater Jose bahwa informasi yang beredar dengan penyebutan kluster SMAK Fides Kefamenanu, sangat meresahkan warga sekolah termasuk orang tua siswa yang anaknya bersekolah di SMAK Fides Kefamenanu. Sementara kenyataan sebenarnya tidak seperti itu, sehingga Pater Jose menyarnkan untuk penyebutan Kluster SMAK Fides Kefamenanu, diganti saja dengan kluster anak sekolah. “Siswa diketahui hasil rapid antigennya reaktif pada saat masih berada di rumah bersama orang tua. Sebab salah satu syarat yang harus dibawa saat masuk kembali sekolah adalah surat rapid antigen yang hasilnya adalah negatif. Terkait mekanisme dan surat pemberitahuan kepada orang tua, sudah saya kirimkan juga kepada Ketua Tim Covid-19 TTU,” jelas Pater Jose melalui pesan whatsaap

Untuk diketahui  Yayasan Betlehem Kefamenanu merupakan lembaga yang menaungi dua sekolah di wilayah itu, yakni SMP Katolik Santo Antonius Padua Sasi dan SMA Katolik Fides Kefamenanu. (rem_lpn)

Facebook Comments

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *