Oleh : Remigius Ua, S.Pd ( Guru Matematika di SMP St. Yosef Maubesi - TTU -NTT)

Ditulis Oleh Remigius Ua, S.Pd ( Guru Matematika Di SMP St. Yosef Maubesi, TTU -NTT).

Ukuran kecerdasan sebuah bangsa salah satunya bisa diukur dari seberapa besar minat baca dan daya baca masyarakat terhadap buku. Semakin besar minat baca dan daya baca masyarakat, menunjukkan karakter yang cenderung lebih akademis dan ilmiah. Namun jika masyarakat belum memiliki minat baca dan daya baca yang memadai, menunjukkan belum membentuk karakter masyarakat yang ilmiah. Masih didominasi oleh budaya pop yang cenderung menonjolkan sisi hiburan dibanding pendidikan. Maka menulislah, karena tulisanmu adalah mimbarmu. Menulislah, tulisanmu adalah kekuasaanmu. Menulislah, tulisanmu adalah masa depanmu. Menulislah, tulisanmu adalah hidupmu. Menulislah, tulisanmu adalah jati dirimu. Menulislah, karena tulisanmu adalah peradabanmu.

Ketika Prof. Habibie tidak berkenan untuk dirawat di Rumah Sakit, beliau diminta untuk menuliskan semua hal yang beliau rasakan tentang Ainun, istri tercinta. Sebagaimana diketahui, Habibie sempat mengalami depresi saat ditinggal mati sang istri. Ternyata dengan menuliskan segala sesuatu tentang Ainun, pak Habibie menjadi sembuh, segar bugar. Menulis adalah terapi yang ampuh.

Menulis adalah katarsis, yang bisa melepaskan ketegangan jiwa. Dengan menulis, emosi yang terhambat bisa muncul ke permukaan. Seseorang bisa meluapkan ledakan emosi dengan cara yang positif serta konstruktif lewat menulis. Sudah banyak hasil studi yang menunjukkan sisi terapi dari aktivitas menulis, bahkan dengan sengaja dibuat program terapi menulis.

Salah satu studi di Indonesia pernah dilakukan oleh Suilowati dan Hasanat (2011) tentang “Pengaruh Terapi Menulis Pengalaman Emosional Terhadap Penurunan Depresi pada Mahasiswa Tahun Pertama”. Hasil studi menunjukkan adanya penurunan tingkat depresi pada mahasiswa dengan menuliskan pengalaman emosional mereka. Hal ini memberikan landasan yang lebih kuat terhadap pengaruh positif menulis bagi kesehatan fisik dan mental.

Hasil studi dari Karen Baikie, seorang clinical psychologist dari University of New South Wales dan hasil studi peneliti dari Universitas Texas, James Pennebaker, menunjukkan bahwa di antara manfaat menulis adalah bagian dari terapi kejiwaan. Menurut Karen Baikie, menulis tidak ada batasan usia, dan menuliskan peristiwa-peristiwa traumatik, penuh tekanan serta peristiwa yang penuh emosi bisa memperbaiki kesehatan fisik dan mental.

Dalam studinya, Baikie meminta partisipan menulis 3 sampai 5 peristiwa yang penuh tekanan selama 15 hingga 20 menit. Hasil studi menunjukkan, mereka yang menuliskan hal tersebut mengalami perbaikan kesehatan fisik dan mental secara signifikan. Menurut Baikie, dalam jangka panjang, terapi menulis bisa mengurangi kadar stres, meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh, mengurangi tekanan darah, memperbaiki fungsi paruparu, fungsi lever, mempersingkat waktu perawatan di rumah sakit, meningkatkan mood, membuat penulis merasa jauh lebih baik, serta mengurangi gejala-gejala trauma. Terapi ini bermanfaat bagi orang yang memiliki berbagai masalah kesehatan. “Partisipan yang menderita asma dan rematik arthritis menunjukkan adanya perbaikan fungsi paru-paru setelah melakukan tes laboratorium” kata Baikie.

Menulis, menurut peneliti dari Universitas Texas, James Pennebaker, bisa memperkuat sel-sel kekebalan tubuh yang dikenal dengan T-lymphocytes. Pennebaker meyakini, menuliskan peristiwa-peristiwa yang penuh tekanan akan membantu anda memahaminya. Dengan begitu, akan mengurangi dampak penyebab stres terhadap kesehatan fisik anda. Menurutnya, menulis adalah aktivitas mengasah otak kiri yang berkaitan dengan analisis dan rasional. Saat melatih otak kiri, otak kanan akan bebas untuk mencipta, mengintuisi, dan merasakan. Menulis bisa menyingkirkan hambatan mental dan memungkinkan seseorang menggunakan semua daya otak untuk memahami diri sendiri, orang lain, serta dunia sekitar dengan lebih baik.

Facebook Comments

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *